Home » Uncategorized » Kekosongan Panglima TNI, Picu Papua Ingin Segera Merdeka?

Kekosongan Panglima TNI, Picu Papua Ingin Segera Merdeka?

Papua – IndoNewsToday.com, Baru-baru ini halaman facebook Papua Merdeka mengeluarkan pernyataannya mengenai keinginan untuk segera merdeka. Dalam pernyataannya yang dikeluarkan pada Kamis (23/10/2014) tersebut.

Sudah 3 hari ini negara kolonial Indonesial tidak ada mentri pertahanan, tidak ada menkpolkam, dan telah terjadi kekosongan panglima TNI. Ini saat terbaik untuk Papua segera mendeklarasikan kemerdekaannya, karena negara Indonesia sudah bubar secara de facto. Bila Joko-Kalla mati hari ini, secara de yure Papua sudah merdeka terbebas dari Indonesial. Freedom Papua!!!” katanya.

Sementara itu akun resmi Jonru yang merupakan seorang penulis buku dan pengamat politik, menulis statusnya dalam media sosial facebook. “Lihatlah, Papua sudah siap-siap untuk memisahkan diri dari NKRI.” katanya.

Sebelumnya, pada Selasa (21/10/2014) lalu dikabarkan bahwa organisasi TFFWP akan berdiri bersama anggota masyarakat Papua Barat dan anggota gerakan solidaritas internasional ‘Perjuangan Inggris’ dalam sebuah gerakan unjuk rasa yang diadakan di Darwin, Konsulat Indonesia.

Mereka meminta hak asasi manusia di Papua Barat ditingkatkan segera dan agar Presiden memperlakukan orang-orang Papua Barat seperti manusia dalam dialog yang dijanjikan. Dalam pernyataan resminya, pada Pekan lalu, 49 warga Papua Barat ditangkap oleh pasukan-pasukan Indonesia untuk memprotes tahanan dua wartawan Perancis di bawah konstitusi Indonesia.  
 
Pemerintah Australia baru saja memanggil Indonesia untuk melepaskan dua wartawan Perancis dan nasib mereka akan memutuskan di pengadilan minggu depan. Papua Barat dianeksasi oleh Indonesia pada tahun 1969 dan dilihat puluhan pelanggaran hak asasi manusia oleh pasukan Indonesia yang telah diabaikan oleh pemerintah Australia dan Indonesia Presiden secara berturut-turut. Pelanggaran hak asasi manusia oleh pasukan Indonesia dan pembunuhan aktivis politik, sebagian besar tidak dilaporkan karena akses wartawan ditolak ketika menuju Provinsi yang dianggap bermasalah.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *