Home » Uncategorized » Hari Bumi: Sudah Saatnya Indonesia Menghentikan Eksploitasi Air untuk Privatisasi

Hari Bumi: Sudah Saatnya Indonesia Menghentikan Eksploitasi Air untuk Privatisasi

Berita Energi – IndoNewsToday.com, Dalam peringatan Hari Bumi 22 April 2015, Lembaga Kajian Konservasi Lahan Basah ECOTON meminta pemerintah memperhatikan pentingnya air bagi kehidupan manusia.

Direktur ECOTON Prigi Arisandi mengaku kecewa karena Indonesia justru ramah pada perusahaan air dalam kemasan, sementara perusahaan milik pemerintah justru malah mengelola air sungai penuh limbah untuk masyarakat.

Prigi menegaskan, ketika masyarakat membeli air dalam kemasan, masyarakat sebenarnya sedang membeli limbah plastik. Selain itu, masyarakat juga turut serta merusak sumber-sumber mata air yang sangat berguna untuk kehidupan masa depan.

Menurut Prigi, ketika air dalam kehidupan ini telah rusak karena tercemar, air-air murni yang disebut sebagai air fosil itulah yang akan menyelamatkan kehidupan.

“Jika kita membeli air kemasan 600 ml, Rp500 untuk membeli airnya, sementara yang Rp2.500 untuk beli botolnya. Padahal botolnya adalah limbah plastik, itukan berarti kita membeli sampah plastik,” tegasnya saat diwawancarai wartawan Rabu (22/4/2015).

Seharusnya kata Prigi, pemerintah melarang pengeboran mata air untuk dikomersialisasikan oleh siapapun, bukan malah bersikap sebaliknya. Dia juga meminta adanya insentif untuk perusahaan-perusahaan daerah air minum, agar mampu mengelola air sungai dengan optimal, sehingga bisa dimanfaatkan langsung sebagai air minum.

“Yang tepat, pemerintah melarang seluruh kegiatan pengambilan air di sumber-sumber mata air yang ada di pegunungan. Pemerintah, kemudian memberikan insentif untuk perusahaan daerah air minum agar mampu mengelola air sungai yang penuh limbah itu, agar air yang dihasilkan bisa langsung di minum oleh warga. Jadi nggak perlu beli air dalam kemasan lagi,” ungkapnya menutup perbincangan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *